Budaya Unik Suku Dayak Kalimantan Timur
Malam Bee's...^___^
Kali ini gw sbg bagian promosi di Dinas Pariwisata mau mempromosikan budaya Indonesia yg super n ga kalah dg budaya luar yg d anggap T.O.P...wekeke :DD
Budaya Indonesia sngt beragam...untuk malam ini gw share budaya Suku Dayak yg ada didaerah Provinsi Kalimantan Timur...yukz cekidot...:DD
1. Telinga Panjang
Telinga Panjang menjadi ciri khas orang Dayak, pada jaman dahulu hampir semua orang Dayak baik laki'' maupun perempuan bertelinga panjang. Menurut Amai Pebulung ( seorang tetua suku Dayak Pampang ), Orang dayak dahulu banyak hidup di hutan, ingin membedakan antara manusia dg monyet, “Jika telinga'y pendek berarti dia itu monyet…..” demikian dikatakan oleh amai Pebulung sambil tertawa terkekeh kekeh…*ngakak elegan
Bagi kaum wanita jika telinga'y semakin panjang & bandul telinga'y semakin banyak maka dia semakin cantik. Untuk kaum lelaki'y biasa'y bandul telinga'y dibuat ukir''an
Di desa Pampang masih ada bberapa ibu'' yg bertelinga panjang, dan juga beberapa tetua adat yg masih bertelinga panjang. Sementara itu untuk generasi muda'y udah ga lagi membuat teliga panjang krn pngaruh era moderenisasi...:DD
Tradisi memanjangkan telinga dalam mode lain juga dilakukan oleh suku Dayak. Dan yg masih melakukan'y hingga kini adalah suku Dayak Kenyah, Bahau & Kayan di Kalimantan Timur. Di kalangan orang Dayak Kenyah, baik laki'' maupun perempuan memiliki daun telinga yg sengaja dipanjangkan, akan tetapi panjang'y antara laki'' & perempuan berbeda. Kaum laki'' tidak boleh memanjangkan telinga'y sampai melebihi bahu'y, sedang kaum perempuan boleh memanjangkan'y hingga sebatas dada...Keren yach...:DD
Kali ini gw sbg bagian promosi di Dinas Pariwisata mau mempromosikan budaya Indonesia yg super n ga kalah dg budaya luar yg d anggap T.O.P...wekeke :DD
Budaya Indonesia sngt beragam...untuk malam ini gw share budaya Suku Dayak yg ada didaerah Provinsi Kalimantan Timur...yukz cekidot...:DD
1. Telinga Panjang
Telinga Panjang menjadi ciri khas orang Dayak, pada jaman dahulu hampir semua orang Dayak baik laki'' maupun perempuan bertelinga panjang. Menurut Amai Pebulung ( seorang tetua suku Dayak Pampang ), Orang dayak dahulu banyak hidup di hutan, ingin membedakan antara manusia dg monyet, “Jika telinga'y pendek berarti dia itu monyet…..” demikian dikatakan oleh amai Pebulung sambil tertawa terkekeh kekeh…*ngakak elegan
Bagi kaum wanita jika telinga'y semakin panjang & bandul telinga'y semakin banyak maka dia semakin cantik. Untuk kaum lelaki'y biasa'y bandul telinga'y dibuat ukir''an
Di desa Pampang masih ada bberapa ibu'' yg bertelinga panjang, dan juga beberapa tetua adat yg masih bertelinga panjang. Sementara itu untuk generasi muda'y udah ga lagi membuat teliga panjang krn pngaruh era moderenisasi...:DD
Tradisi memanjangkan telinga dalam mode lain juga dilakukan oleh suku Dayak. Dan yg masih melakukan'y hingga kini adalah suku Dayak Kenyah, Bahau & Kayan di Kalimantan Timur. Di kalangan orang Dayak Kenyah, baik laki'' maupun perempuan memiliki daun telinga yg sengaja dipanjangkan, akan tetapi panjang'y antara laki'' & perempuan berbeda. Kaum laki'' tidak boleh memanjangkan telinga'y sampai melebihi bahu'y, sedang kaum perempuan boleh memanjangkan'y hingga sebatas dada...Keren yach...:DD
Klik gambar untuk perbesar
2. Seni Tatto Suku Dayak
Selain daun telinga yg panjang, tradisi suku Dayak lain'y adalah tato. Wanita Dayak yg berumur diatas 40 tahun rata'' memiliki tato di sekujur lengan & kaki'y. Bagi kaum perempuan, keberadaan tato di tubuh mereka menunjukkan mereka adalah anggota keluarga bangsawan. Orang'' Dayak Kenyah, Bahau, Iban, dan Kayan memiliki tato, sedangkan kelompok'' Dayak lain'y tidak mengikuti praktik ini.
Motif untuk kaum perempuan Kenyah meliputi rantai'' anjing, motif perang, tanduk'' binatang di bagian lengan & paha, dan motif'' lingkaran di betis atau pergelangan kaki. Tato pada suku Dayak Kenyah adalah tanda kedewasaan, sementara bagi kaum laki'' tato merupakan tanda bahwa mereka sudah menjelajahi negeri orang & telah melakukan sesuatu yg luar biasa, seperti membunuh musuh dalam peperangan.
Bagi masyarakat Dayak tato tidak dapat dibuat sembarangan. Meski demikian, secara religi tato memiliki makna sama dalam masyarakat Dayak, yakni sebagai “obor” dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian, setelah kematian. Karena itu, jumlah tato yang semakin banyak menunjukkan semakin banyaknya “obor” yg akan menerangi perjalanan seseorang ke alam keabadian.
Pembuatan tato juga tidak bisa dibuat sebanyak''nya secara sembarangan, karena harus memenuhi aturan adat.