Menebar Paku di Rel Kereta Api
Menebar ranjau paku di jalan raya sedang marak di Jakarta, tetapi di Semarang juga lagi marak menebar ranjau paku di rel kereta api, pelakunya anak-anak.
Setiap minggu pagi/hari libur stasiun kecil Alastua ( bukan Alas Roban ) ramai dikunjungi orang. Stasiun ini berada tidak jauh dari stasiun Tawang Semarang ke arah jalur timur seperti ke Cepu atau Surabaya. Bagi masyarakat di sekitar stasiun Alastua seperti kelurahan Bangetayu, Muktiharjo dll berolah raga sekaligus rekreasi bersama anak-anak melihat KA yang lewat/berhenti menjadi suatu kebiasaan tersendiri. Murah meriah. Sehingga halaman stasiun itu menjadi pasar tiban.
Nah sebagian anak-anak memanfaatkan waktu itu untuk menempa paku-paku yang dibawanya dari rumah diatas rel yang akan dilewati KA agar menjadi gepeng sehingga berbentuk pisau atau pedang-pedangan. Mereka berjajar memasang paku-paku tersebut persis di depan kereta yang mau berangkat atau akan lewat.
Setelah KA lewat mereka pun berebut kembali mencari paku-pakunya yang sudah terpental ke sana ke mari. Sebuah keriangan kalamana mendapati pakunya sudah menjadi gepeng bak pisau atau pedang.
Untuk mendapat mainan memang tidak harus membeli, dengan sedikit kreasi didapatlah mainan, tapi awas hati-hati terhadap kereta api.
Setiap minggu pagi/hari libur stasiun kecil Alastua ( bukan Alas Roban ) ramai dikunjungi orang. Stasiun ini berada tidak jauh dari stasiun Tawang Semarang ke arah jalur timur seperti ke Cepu atau Surabaya. Bagi masyarakat di sekitar stasiun Alastua seperti kelurahan Bangetayu, Muktiharjo dll berolah raga sekaligus rekreasi bersama anak-anak melihat KA yang lewat/berhenti menjadi suatu kebiasaan tersendiri. Murah meriah. Sehingga halaman stasiun itu menjadi pasar tiban.
Nah sebagian anak-anak memanfaatkan waktu itu untuk menempa paku-paku yang dibawanya dari rumah diatas rel yang akan dilewati KA agar menjadi gepeng sehingga berbentuk pisau atau pedang-pedangan. Mereka berjajar memasang paku-paku tersebut persis di depan kereta yang mau berangkat atau akan lewat.
Setelah KA lewat mereka pun berebut kembali mencari paku-pakunya yang sudah terpental ke sana ke mari. Sebuah keriangan kalamana mendapati pakunya sudah menjadi gepeng bak pisau atau pedang.
Untuk mendapat mainan memang tidak harus membeli, dengan sedikit kreasi didapatlah mainan, tapi awas hati-hati terhadap kereta api.
Klik gambar untuk perbesar
»» Sing marahi simbah ki mesti...