Konon kabarnya setiap anak yang masih suci akan
dilindungi oleh Malaikat. Pernah dengar, cerita
tentang sekeluarga yang mengalami kecelakaan mobil?
Mereka tewas, tidak semua, namun menyisakan bayi,
atau anak kecil. Banyak sudah berita-berita seperti
itu. Malaikat. Ya, Tidakkah kau percaya bahwa ada
campur tangan Malaikat di situ.
Kau akan menganggapnya mitos karena kau sudah
teracuni oleh sibuknya dunia di dalam hidupmu. Sudah
tak ada lagi waktu untuk berimajinasi. Kau sudah
banyak menipu. Menipu alam, menipu makhluknya, dan
menipu dirimu sendiri.
Malaikat tak perlu lagi melindungimu, kaulah yang
bertanggung jawab untuk melindungi dirimu sendiri.
***
Aku tak bernama, Penyuruhku memanggilku Anak. Anak
yang bertugas melindungi satu Anak. Aku terlahir
karena ada satu anak manusia yang terlahir. Setiap
satu anak terlahir ke dunia ini, maka akan ada aku aku
yang lainnya yang akan lahir. Namaku adalah nama anak
itu.
Namaku Gaza. Aku sama linglungnya dengan manusia
mungil yang meraung-raung keras itu. Manusia itu
tanpa busana, merah, dan banyak darah. Dia keluar dari
vagina seorang wanita yang masih sangat belia, yang
basah keringat, wajahnya pucat, antara lelah, senang,
dan, ketakutan.
Saat terlahir, warna kulitku putih, sama seperti anak
itu jika darah-darah dibadannya sudah dibersihkan.
Mata ku biru, sama dengan anak itu. Rambutku ikal
cokelat, sama dengan anak itu. Hidungku mancung
ketimur-tengahan, sama dengan anak itu. Bibirku,
bentuk wajahku, semuanya sama. Bedanya, badanku
tinggi semampai, aku punya sayap putih megah, aku
terbalut kain putih lembut. Aku dapat terbang, aku
dapat hilang. Aku melayang-layang dikeramaian. Ramai
sekali. Biasanya tak segaduh ini.
Iya aku ini sudah terlahir berkali-kali. Bentuk wajahku
juga selalu berubah-ubah, tergantung aku terlahir
dimana. Aku lahir dan aku akan mati saat anak itu
sudah pandai menipu. Aku akan lahir lagi, dan mati lagi.
Akan selalu seperti itu.
***
“DOOR!!”
Baru saja sebuah p